Training Motivasi
Pembelajaran Empati
Mengenal Emosi Anak
Psikolog | Training | 23/10/21
“Apa itu empati?” Ujar pembicara membuka pembahasan, “Bagaimana memahami perasaan” tambah beliau, “Jangan biarkan energi emosi anak, baik positif dan negatif terbang melayang entah ke mana, tanpa kita arahkan”
Secara umum, semakin banyak interkasi murid dan guru, semakin besar kemungkinan murid untuk belajar efektif dan bertahan menuju pencapaian tujuan pendidikan. Carl Roger mengatakan, “Tingkat empati yang tinggi dalam suatu hubungan mungkin merupakan faktor paling kuat membawa perubahan dan pembelajaran. Guru berempati memiliki konsep diri yang lebih positif, membuka diri pada siswanya, lebih merespon perasaan siswa, lebih banyak memberikan pujian, lebih responsif terhadap ide siswa dan jarang memberika ceramah”.
Bagian empati terdiri dari tiga bagian; empati efektif (perasaan/tidak sadar), empati kognitif (berpikir/kesadaran sendiri), empati intelektual (pengetahuan).
“Guru terbaik mengajar dari hati, bukan dari buku” Horace Mann. Adapun energi tidak akan pernah hilang tapi bisa diarahkan. Menjadikan guru dan orang tua mampu berempati dalam mengarahkan emosi anak didik.
Maka diperlukannya saling bersinergi dengan beberapa hal di bawah ini:
· Ta’aruf (saling mengenal)
· Tafahum (saling memahami)
· Ta’awun (saling menolong)
· Takaful (saling menanggung)
· Itsar (mendahulukan orang lain dari pada diri sendiri)
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat [49]: 10).
Komentar
Posting Komentar